Instruksi!
a.
Jawablahpertanyaanberikutberdasarkanmateri
yang telahdiajarkan!
b. Jawabandiupload di blog
masing-masingkelompok paling lambat 26 Juni 2015
Soal:
1. “Di sini dijual madu murni dan susu kuda liar.”
Tentukan jenis praanggapan tuturan di atas! Jelaskan!
2. “Bapak dan anak akan selalu menyayangi.”
Berdasarkan konsep referensi dan inferensi, tuturan di atas
dapat dikategorikan kedalam jenis makna referensi alat atau atributif ?
Jelaskan!
3. “Ruri dan Billi kemarin pagi dipanggil kepala sekolah
kekantor. Anak pertama, juara sekolah I dan anak kedua, juara sekolah II.”
Termasuk referensi apakah frase anak pertama dan anak kedua
pada tuturan di atas ? Jelaskan!
4. Kalimat – kalimat di bawah ini merupakan penggunan bentuk
ujuran anafora, kecuali (jelaskan)
a. Pada tahun 1972 terjadi peristiwa Masehi. Ketika itu saya
menikah.
b. Perumahan UT terdapat di Jabon Mekar, Jawa Barat. Di
daerah itulah Pak Yunus tinggal.
c. Monas melambangkan kemerdekaan Irian. Di tempat itulah
penduduk Jakarta bebas menghirup udara segar.
d. Duma makan buah jambu sebelum dicuci terlebih dahulu.
Itulah sebabnya ia sakit perut
5. Seorang Ibu berkata kepada anaknya yang tengah belajar:
“Sudah pukul 12.00 malam Nak!”
Tuturan di atas termasuk jenis tindak tutur? Jelaskan!
6. Seorang majikan menyuruh pembantu untuk mengambilkan
gelas merah yang ada di atas meja makan, maka kalimat yang paling sesuai dengan
kondidi saat itu yang tidak menyalahi konsep kerjasama adalah...... (jelaskan!)
a. Yang merah ya bu ?
b. Saya akan segera membawanya bu.
c. Iya, bu.
d. Iya bu, saya ambilkan.
7. Seorang karyawan bertutur kepada atasannya, “Anak saya
dirawat di rumah sakit karena tifus”. Kalimat pernyataan termasuk jenis
tindak tutur ? jelaskan!
8. “Aku merasa di sana ada bayangan yang selalu melihatku di
sini sejak kemarin.”
Tentukan deiksis dan jarak pada tuturan di atas!
Jawaban
1. “Di sini dijual madu murni dan susu kuda liar.”
Dari kalimat diatas termasuk dalam jenis praanggapan eksistensial, karena dalam kalimat tersebut terdapat
kata “ di sini” yang menunjukkan bahwa tempat tersebut benar – benar menjual
atau adanya keterangan yang menunjukkan kepemilikkan bahwa tempat tersebut
menjual madu murni dan susu kuda liar.
2. “Bapak dan anak akan selalu menyayangi.”
Dari tuturan diatas termasuk dalam jenis makna referensial karena pada tuturan tersebut
terdapat kata “bapak dan anak”. Secara
umum bapak dan anak jelas memiliki hubungan yang akrab.
3. “Ruri dan Billi kemarin pagi dipanggil kepala sekolah
kekantor. Anak pertama, juara sekolah I dan anak kedua, juara sekolah II.”
Dari tuturan diatas termasuk dalam referensi anaforik
yaitu ungkapan yang rujukannya berada didepan. Hal tersebut ditunjukkan
pada frase “anak pertama, juara I sekolah” yang merujuk pada “Ruri”, sedangkan
“anak kedua, juara sekolah II” merujuk pada “Billi”.
4. Menurut kelompok kami, yang tidak sesuai dengan bentuk
ujaran anafora yaitu pada kalimat “Monas
melambangkan kemerdekaan Irian. Di tempat itulah penduduk Jakarta bebas
menghirup udara segar.” kalimat tersebut menunjukkan adanya
ketidaksesuaian antara rujukan dengan kalimat atau ungkapan sebelumnya. Dimana
kalimat pertama menjelaskan Monas melambangkan kemerdekaan Irian, tetapi
kalimat selanjutnya menjelaskan kebebasan penduduk Jakarta menghirup udara
segar.
5. “Sudah pukul 12.00 malam Nak!”
Baik menurut konsep Austin dan Searle, secara makna dan
tujuan tuturan yang disampaikan oleh ibu, termasuk kedalam jenis tindak tutur ilokusi, yaitu sebuah tindak tutur yang menyatakan
sesuatu kepada petutur untuk mendapatkan respon berupa tindakan. Sedangkan
menurut konsep tindak tutur Searle, tindak tutur yang disampaikan oleh ibu
termasuk kedalam bentuk tindak tutur direktif yaitu
jenis tindak tutur yang dipakai oleh penutur untuk menyuruh orang lain
melakukan sesuatu. Pada tuturan tersebut menunjukkan bahwa ibu menyuruh anaknya
untuk mengakhiri belajarnya karena waktu sudah menunjukkan larut malam. Dengan
adanya tanda seru (!) pada tuturan tersebut, membuktikan bahwa tuturan tersebut
adalah kalimat perintah.
6. Sesuai dengan konsep kerjasama, kalimat yang paling
sesuai dengan kondisi saat itu adalah ”d. Iya bu, saya ambilkan”. Menurut kelompok kami kalimat tersebut tidak menyalahi
konsep kerjasama yaitu berbicara sesuai dengan konteks yang diminta (kuantitas)
dimana pembantu bersedia mengambilkan gelas merah sesuai perintah dari
majikannya, kalimat tersebut juga sesuai dengan
kebenaran (kualitas) dimana pembantu tersebut sudah paham dengan gelas
merah yang dimaksud oleh majikannya, sehingga pembantu tersebut bersedia untuk
mengambilkannya. Kalimat tersebut juga sesuai
dengan konteks (relevan), selain
itu kalimat tersebut juga teratur atau urut, dimana pembantu mengatakan “iya”
kemudian mengatakan kesanggupannya untuk mengambil gelas merah dengan
mengatakan “saya ambilkan”.
7. “Anak saya dirawat di rumah sakit karena tifus”.
Dari kalimat diatas menurut konsep Austin dan Searle, secara
makna dan tujuan tuturan yang disampaikan oleh seorang karyawan termasuk bentuk
jenis tindak tutur perlokusi yaitu sebuah
tuturan adanya reaksi batin dari petutur (orang yang diajak bicara ikut
merasakan apa yang dikatakan oleh pututur), perlokusi cenderung mengarah ke
perasaan, hal ini terlihat dari tuturan yang disamapaikan oleh penutur bahwa
anaknya sedang dirawat di rumah sakit karena tifus, sehingga penutur
mengharapkan atasannya memiliki rasa empati terhadap situasi penutur. Sedangkan
menurut konsep tindak tutur Searle, tindak tutur yang disampaikan oleh seorang
karyawan termasuk bentuk tindak tutur ekspresif
yaitu tindak tutur yang menyatakan suatu perasaan psikologis yang dirasakan
oleh penutur yaitu mencerminkan kesedihan yang dirasakan oleh penutur karena
anaknya sakit.
8. “Aku merasa di sana ada bayangan yang selalu melihatku di
sini sejak kemarin.”
Pada kalimat diatas terdapat jenis-jenis deiksis yaitu :
a. Deiksis
pesona dimana pada kalimat tersebut terdapat kata ganti orang pertama
yaitu “Aku”
b. Deiksis waktu-distal dimana pada kalimat tersebut
terdapat kata “sejak kemarin”, dimana kata “sejak kemarin” menunjukkan waktu
dimasa yang lampau.
c. Deiksis tempat dimana pada kalimat tersebut
terdapat pada kata “disana” dan “disini”, secara psikologis tempat tersebut
mempunyai jarak yang dekat dengan penutur dan bisa dirasakan oleh penutur
walaupun jarak itu kenyataannya jauh dari penutur.