Jumat, 19 Juni 2015


Instruksi!
a.      Jawablahpertanyaanberikutberdasarkanmateri yang telahdiajarkan!
b.      Jawabandiupload di blog masing-masingkelompok paling lambat 26 Juni 2015

Soal:
1. “Di sini dijual madu murni dan susu kuda liar.”
Tentukan jenis praanggapan tuturan di atas! Jelaskan!
2. “Bapak dan anak akan selalu menyayangi.”
Berdasarkan konsep referensi dan inferensi, tuturan di atas dapat dikategorikan kedalam jenis makna referensi alat atau atributif ? Jelaskan!
3. “Ruri dan Billi kemarin pagi dipanggil kepala sekolah kekantor. Anak pertama, juara sekolah I dan anak kedua, juara sekolah II.”
Termasuk referensi apakah frase anak pertama dan anak kedua pada tuturan di atas ? Jelaskan!
4. Kalimat – kalimat di bawah ini merupakan penggunan bentuk ujuran anafora, kecuali (jelaskan)
a. Pada tahun 1972 terjadi peristiwa Masehi. Ketika itu saya menikah.
b. Perumahan UT terdapat di Jabon Mekar, Jawa Barat. Di daerah itulah Pak Yunus tinggal.
c. Monas melambangkan kemerdekaan Irian. Di tempat itulah penduduk Jakarta bebas menghirup udara segar.
d. Duma makan buah jambu sebelum dicuci terlebih dahulu. Itulah sebabnya ia sakit perut
5. Seorang Ibu berkata kepada anaknya yang tengah belajar:
“Sudah pukul 12.00 malam Nak!”
Tuturan di atas termasuk jenis tindak tutur? Jelaskan!
6. Seorang majikan menyuruh pembantu untuk mengambilkan gelas merah yang ada di atas meja makan, maka kalimat yang paling sesuai dengan kondidi saat itu yang tidak menyalahi konsep kerjasama adalah...... (jelaskan!)
a. Yang merah ya bu ?
b. Saya akan segera membawanya bu.
c. Iya, bu.
d. Iya bu, saya ambilkan.
7. Seorang karyawan bertutur kepada atasannya, “Anak saya dirawat di rumah sakit karena tifus”. Kalimat pernyataan termasuk jenis tindak  tutur ? jelaskan!
8. “Aku merasa di sana ada bayangan yang selalu melihatku di sini sejak kemarin.”
Tentukan deiksis dan jarak pada tuturan di atas!
Jawaban
1. “Di sini dijual madu murni dan susu kuda liar.”
Dari kalimat diatas termasuk dalam jenis praanggapan eksistensial, karena dalam kalimat tersebut terdapat kata “ di sini” yang menunjukkan bahwa tempat tersebut benar – benar menjual atau adanya keterangan yang menunjukkan kepemilikkan bahwa tempat tersebut menjual madu murni dan susu kuda liar.
2. “Bapak dan anak akan selalu menyayangi.”
Dari tuturan diatas termasuk dalam jenis makna referensial karena pada tuturan tersebut terdapat  kata “bapak dan anak”. Secara umum bapak dan anak jelas memiliki hubungan yang akrab.
3. “Ruri dan Billi kemarin pagi dipanggil kepala sekolah kekantor. Anak pertama, juara sekolah I dan anak kedua, juara sekolah II.”
Dari tuturan diatas termasuk dalam referensi anaforik  yaitu ungkapan yang rujukannya berada didepan. Hal tersebut ditunjukkan pada frase “anak pertama, juara I sekolah” yang merujuk pada “Ruri”, sedangkan “anak kedua, juara sekolah II” merujuk pada “Billi”.
4. Menurut kelompok kami, yang tidak sesuai dengan bentuk ujaran anafora yaitu pada kalimat “Monas melambangkan kemerdekaan Irian. Di tempat itulah penduduk Jakarta bebas menghirup udara segar.” kalimat tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara rujukan dengan kalimat atau ungkapan sebelumnya. Dimana kalimat pertama menjelaskan Monas melambangkan kemerdekaan Irian, tetapi kalimat selanjutnya menjelaskan kebebasan penduduk Jakarta menghirup udara segar.
5. “Sudah pukul 12.00 malam Nak!”
Baik menurut konsep Austin dan Searle, secara makna dan tujuan tuturan yang disampaikan oleh ibu, termasuk kedalam jenis tindak tutur ilokusi, yaitu sebuah tindak tutur yang menyatakan sesuatu kepada petutur untuk mendapatkan respon berupa tindakan. Sedangkan menurut konsep tindak tutur Searle, tindak tutur yang disampaikan oleh ibu termasuk kedalam bentuk tindak tutur direktif yaitu jenis tindak tutur yang dipakai oleh penutur untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Pada tuturan tersebut menunjukkan bahwa ibu menyuruh anaknya untuk mengakhiri belajarnya karena waktu sudah menunjukkan larut malam. Dengan adanya tanda seru (!) pada tuturan tersebut, membuktikan bahwa tuturan tersebut adalah kalimat perintah.
6. Sesuai dengan konsep kerjasama, kalimat yang paling sesuai dengan kondisi saat itu adalah ”d. Iya bu, saya ambilkan”. Menurut kelompok kami kalimat tersebut tidak menyalahi konsep kerjasama yaitu berbicara sesuai dengan konteks yang diminta (kuantitas) dimana pembantu bersedia mengambilkan gelas merah sesuai perintah dari majikannya, kalimat tersebut juga sesuai dengan kebenaran (kualitas) dimana pembantu tersebut sudah paham dengan gelas merah yang dimaksud oleh majikannya, sehingga pembantu tersebut bersedia untuk mengambilkannya. Kalimat tersebut juga sesuai dengan konteks  (relevan), selain itu kalimat tersebut juga teratur atau urut, dimana pembantu mengatakan “iya” kemudian mengatakan kesanggupannya untuk mengambil gelas merah dengan mengatakan “saya ambilkan”.
7. “Anak saya dirawat di rumah sakit karena tifus”.
Dari kalimat diatas menurut konsep Austin dan Searle, secara makna dan tujuan tuturan yang disampaikan oleh seorang karyawan termasuk bentuk jenis tindak tutur perlokusi yaitu sebuah tuturan adanya reaksi batin dari petutur (orang yang diajak bicara ikut merasakan apa yang dikatakan oleh pututur), perlokusi cenderung mengarah ke perasaan, hal ini terlihat dari tuturan yang disamapaikan oleh penutur bahwa anaknya sedang dirawat di rumah sakit karena tifus, sehingga penutur mengharapkan atasannya memiliki rasa empati terhadap situasi penutur. Sedangkan menurut konsep tindak tutur Searle, tindak tutur yang disampaikan oleh seorang karyawan termasuk bentuk tindak tutur ekspresif yaitu tindak tutur yang menyatakan suatu perasaan psikologis yang dirasakan oleh penutur yaitu mencerminkan kesedihan yang dirasakan oleh penutur karena anaknya sakit.
8. “Aku merasa di sana ada bayangan yang selalu melihatku di sini sejak kemarin.”
Pada kalimat diatas terdapat jenis-jenis deiksis yaitu :
a. Deiksis pesona dimana pada kalimat tersebut terdapat kata ganti orang pertama yaitu “Aku”
b. Deiksis waktu-distal dimana pada kalimat tersebut terdapat kata “sejak kemarin”, dimana kata “sejak kemarin” menunjukkan waktu dimasa yang lampau.

c. Deiksis tempat dimana pada kalimat tersebut terdapat pada kata “disana” dan “disini”, secara psikologis tempat tersebut mempunyai jarak yang dekat dengan penutur dan bisa dirasakan oleh penutur walaupun jarak itu kenyataannya jauh dari penutur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar